Skip to main content

Sejarah Desa Sidetapa Di Kala Dulu Dengan Sekarang Terkait Wabah Covid-19


Icon patung yang menjadi sejarah nama desa Sidetapa.

Merenungi sejarah masa lalu
Menurut cerita orang tua jaman dahulu sebelumnya desa Sidetapa bernama desa Gunung sari Munggah tapa. Di ceritakan bahwa saat jaman itu warga desa di serang penyakit yg sangat mematikan atau orang Bali biasa menyebutnya (gerubug) dan warga yang tersisa hanya ada 33 orang yang akhirnya mengungsi ke sebuah tempat yang sangat sunyi sebelah barat desa yang sangat terisolir di mana tempat itu sekarang bernama "Saksaan tamblang" (air terjun ). Di sini warga mengasingkan diri dari keramaian. Mereka sangat disiplin dalam mengisolasikan diri demi keselamatan dirinya dan keluarga. Tidak pernah menerima orang luar masuk ke daerah saksaan tamblang tersebut. 
Di sini mereka bertahan untuk kelangsungan generasinya. Bertahan untuk hidup seadanya. Tidak pernah ada rasa mengeluh mereka hanya berdoa agar di berikan keselamatan.
Saat itu mereka merasa nyaman Karena alam telah menyediakan kebutuhan hidupnya. Yaitu buah- buahan dan umbi-umbian.
Saat itu di sebutkan bahwa dalam sejarah cerita ada seorang pertapa datang ke desa Gunung sari untuk memilih melakukan pertapaan dan di pilihnya-lah suatu tempat di sebelah timur dari desa sekarang dimana di tempat itu ada pohon beringin besar lengkap dengan goanya dan sampai sekarang daerah tersebut masih di angkerkan atau di keramatkan oleh masyarakat setempat.
Setelah melakukan pertapaan yang begitu lama seorang pertapa mendapatkan pawisik dari penembahan bahwa warga yang tersisa harus melakukan karya agung dalam menghadapi wabah tersebut.
Upacara pun di laksanakan untuk melakukan pembersihan segala bhuta kala yg menyerang warga.
Pawisik pun datang lagi agar pusat desa di pindahkan ke tempat sekarang dan saat itu mulailah di beri nama desa Gunung sari menjadi desa Sidetapa. (Sidatapa) yang artinya Sida = mampu dan tapa = meditasi (beryoga).
Sidatapa = mampu mencapai tujuan melalui tapa
Tujuan yg di maksud adalah terbebas dari serangan gerubug Dan di katakan mulai saat itu kehidupan masyarakat mulai berjalan normal kembali.
Bersyukur sekali ada pawisik saat itu melalui seorang pertapa sehingga kami masih bisa hidup sampai sekarang.
Mohon maaf jika ada kekurangan dalam tulisan .
Ini hanya sebuah pengalaman masa lalu yg mungkin bisa di anggap sebagai gambaran masa kini.

Kesimpulannya bahwa :
*Wabah tidak usah di lawan namun di hindari Karena wabah tidak kelihatan.

*Terapkan pola disiplin dalam melakukan pengasingan atau karantina mendiri sambil melakukan doa agar terbebas dari wabah.

*Yakinlah semua pasti berlalu.

*Bagi rekan rekan wartawan yang mau menyalin tulisan ini ke artikel nya di persilahkan dan sumber informasi ini saya Dapatkan melalui postingan facebook Wayan Ariawan.

*Semoga pengalaman ini bisa kita pakai cerminan bersama untuk Mencegah Covid-19 ini. 
Yg mau share di persilahkan.

Terima kasih 

Comments

Popular posts from this blog

Sidatapa English Corner Berbagi Kebahagiaan Melalui Meditasi

Sumber Foto. Meditasi Raja Yoga Brahma Kumaris Bersama SEC      Sidatapa, 20 Oktober 2019 bertempat di desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng salah satu Meditasi Raja Yoga Brahma Kumaris Adalah Yayasan Studi Spiritual Yang mana  untuk di daerah Singaraja berlokasi di Jl. SKIP No. 30-Singaraja. Meditasi Sangatlah Sederhana dan mudah di lakukan dan melalui meditasi kita mampu membuka harta kebaikan dan kekuatan diri, Meditasi beberapa menit di pagi hari membantu kita tetap positif dan tenang, bahkan ketika di bawah tekanan. Selain itu Meditasi juga membantu kita lebih menghargai diri sendiri dan orang lain bahkan memberi kita perspektif baru tentang hidup. Cobalah !! Hari ini minggu 20 oktober 2019 bertepat di Balai Banjar Dinas Lakah, Desa Sidetapa, Kec. Banjar. Yayasan studi spiritual Brahma Kumaris bersama 7 orang lainnya yaitu Brother Hendri Bhuana, Ery Budaya, Maha dan Sister Adisti, Elcy, Chika, dan Mega hadir dalam berbagi kebahagiaan kepada se...

Penggunaan Collective Nouns Dalam Bahasa Inggris

Sidatapa English Corner Congress, army dan club. Kata-kata tersebut termasuk ke dalam collective noun. Bagaimanakah yang disebut collective noun? Find out the definition and example below! Pengertian collective noun Collective noun adalah kata keterangan yang mempresentasikan sejumlah, sekumpulan dan segerombolan orang dan binatang yang dianggap singular (tunggal). Collective noun sendiri dapat  terbagi menjadi collective noun untuk manusia dan binatang. Collective nouns untuk manusia Berikut adalah beberapa contoh collective nouns untuk manusia: Congress      : Kongres Organization: Organisasi Government: Pemerintah Family           : Keluarga Team              : Tim Jury                : Juri Group            : Kelompok Army            : Pasukan ...

Tradisi Desa Mula Sembiran Untuk Mencegah Wabah Penyakit Dan Bahaya

Sumber Foto : Facebook Sembiran Om Swastyastu, Sebagai salah satu Desa Tua Bali Mula ( Bali Aga), Sembiran memiliki banyak sekali hal yang berkaitan dengan skala dan niskala. Bahwa segala yang terjadi di dunia tidak pernah lepas dari campur tangan dari Ida Sang Hyang Widhy Wasa, Tuhan Yang Maha Esa dan yang terlibat didalamnya tidak hanya disebabkan oleh Manusia tetapi juga oleh Bhuta Kala atau unsur lain.  Melihat kondisi sekarang dengan berbagai penyakit dan kejadian yang menimpa Dunia, Pulau Bali, dan khususnya masyarakat Desa Sembiran, para leluhur terbiasa untuk selalu menyikapi dengan arif dan bijaksana tanpa menyalahkan pihak manapun, namun lebih kepada rasa di hati untuk introspeksi diri dan melakukan tindakan preventif untuk mencegah, menghalau serta meminta doa keselamatan kepada Leluhur dan Para Dewa Dewi yang berstana di Desa Sembiran agar diberkati keselamatan. Salah satu bentuk tindakan pencegahan dan permohonan doa keselamatan tersebut adalah denga...