![]() |
| Sumber berita : Facebook Desa Sembiran |
Sebuah pemandangan indah di langit Desa Sembiran, Buleleng, Bali pada malam Purnama Kedasa tanggal 7 April 2020.
Seorang warga mengabadikan momen menyejukkan ini, dimana dari bayangan awan menyerupai seorang wanita sedang dalam posisi Bajra Asana (Bajra asana) Bajra artinya duduk bersimpuh, Asana yang berarti sikap/posisi sempurna, adalah sikap/posisi sembahyang dengan mengambil sikap/posisi duduk bersimpuh. Biasanya dilakukan saat sembahyang di pura/tempat suci. Sikap/posisi ini biasanya dilakukan oleh wanita.
Dari cerita turun temurun, bahwasanya Desa Sembiran dikenal sebagai Desa Luha (perempuan, Daha Tua/wanita yang tidak menikah). Dipercaya bahwa pilosofi Desa Sembiran adalah "mememenangkan sesuatu tanpa pertempuran/peperangan" (Keyosan). Hal ini terkait dengan sosok perempuan yang lemah lembut, penyabar, welas asih dan penuh kasih sayang yang selalu arif dan bijaksana dalam menghadapi segala permasalahan.
Penulis tidak berniat mengaitkan antara imajinasi dan hal abstrak yang terlihat mata, namun berusaha menggambarkan bagaimana cerita turun temurun ini sekiranya mendekati kepercayaan yang di anut sejak lama.
Purnama berasal dari kata "purna" yang artinya sempurna. Pada saat bulan purnama, pemujaan ditujukan kehadapan Sanghyang Chandra dan Sanghyang Ketu sebagai Dewa Kecemerlangan untuk memohon kesempurnaan dan cahaya suci dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam berbagai wujud Ista Dewata. Dipercaya, pada malam purnama yakni bulan penuh (Sukla Paksa), para Dewa dan Widyadara-Widyadari turun membersihkan dan menyucikan alam semeata beserta isinya.
"ADBHIRGATRANI SUDDHYATI,
MANAH SATYENA
SUDDHYATI VIDYATAPOBHYAM
BHUTATMA, BUDDHIR JNANENA SUDDHYATI"
(Manavadharmasastra V.109)
"Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran disucikan dengan kebenaran, jiwa manusia dengan pengetahuan (pelajaran suci dan tapa brata, kecerdasan dengan kebijaksanaan (pengetahuan) yang benar.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan, Ida Sanghyang Widhi Wasa
Semoga bermanfaat
Salam Rahayu
Om Santih, Santih, Santih Om

Comments
Post a Comment