![]() |
| Sumber. Foto Seorang Relawan SMP Yang Mengajarkan Bhs Inggris Ke Adiknya |
Nah, berbincang dengan desa Baliaga sementara di kemajuan jaman dan persaingan global pariwisata ini ada kesan unik dan menarik saat berkunjung ke Desa Sidetapa, sebuah desa tua di Buleleng. Berada di ketingian sekitar 500 – 600 diatas permukaan laut. Desa tua yang berada di wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng ini ternyata masih mampu menceritakan masa lalunya dengan beragam warisan adat dan budayanya yang masih bertahan di jaman modernisasi seperti sekarang. Desa Sidetapa adalah desa yang masih menjalankan nilai-nilai tradisi yang diwariskan leluhurnya. Termasuk budaya, adat, tradisi, tarian sakral, dan, Bahasa. Warga desa Sidetapa sehari-hari masih menggunakan bahasa ibu didalam pergaulan warga Sidetapa. Bahasa dan percakapan warga Sidetapa jauh berbeda dengan warga di Bali atau Buleleng pada umumnya. Mereka masih mencintai bahasa ibu yang diturunkan oleh nenek moyangnya. Sebagai salah satu desa Bali Aga di Buleleng, Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar kerap dikunjungi wisatawan mancanegara. Sayangnya, di tengah ramainya wisatawan yang datang, warga setempat justru belum begitu fasih berbahasa asing, utamanya bahasa Inggris. Kondisi ini pun segera tertangani dengan dibentuknya komunitas Sidatapa English Corner atau (SEC). Lewat sejumlah relawan muda desa setempat yang dikomandani sejumlah relawan, kelompok belajar Sidatapa English Corner dibentuk setahun lalu tepatnya tgl 19 januari 2019. Kendati sempat diragukan keberadaannya, sabab hari demi hari jumlah peminat dari kelompok belajar ini kian bertambah.bahkan di Baliaga sudah di bentuk English Corner oleh team Sidatapa English Corner.
Para peserta adalah kalangan pelajar dari tingkat SD, SMP bahkan SMA. Antusias peserta, tergolong tinggi. Meski terkendala sarana belajar, mereka tetap semangat dalam mempelajari bahasa Inggris. Uniknya belajar bhs inggris di desa ini tidak di pungut biaya alias gratis dan cukup hanya di bayar dengan sampah plastik. Jadi peserta kursus cukup membawa sampah plastik dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar untuk membiasakan hidup sehat mulai membuang sampah pada tempatnya. Kemudian sampah plastic itu di olah oleh siswa menjadi karya seni dan sebagainnya di kirim ke bank sampah desa untuk di olah menjadi bahan bakar minyak. Komunitas ini berpusat di desa sidetapa dan sudah memiliki 41 cabang English corner di desa lain di kabupaten Buleleng. Karena desa lain juga ingin mengembangkan program tersebut dengan syarat harus punya relawan pengajar yang siap berbagi ilmu tanpa di gaji. Tujuan dari program English corner ini adalah untuk mencetak generasi muda milenial yang siap bersaing di dunia internasional melalui komunikasi dan berinteraksi langsung dengan tamu asing serta mempersiapkan SDM yang handal kedepannya.

Comments
Post a Comment