Skip to main content

Ngutang Nasi Adalah Bentuk Simbolis Rasa Syukur Kepada Penembahan Di Desa Sidetapa


Ngutang Nasi salah satu bentuk pecaruan untuk wujud rasa syukur kepada penembahan yang dilaksanakan oleh warga Desa Sidetapa,Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.  Dimana dasar atau wadahnya dari nyihu melambangkan dunia ini bundar bulat seperti dunia ini, Kemudian alednya atau lapisan tatakannya dari daun Bali dan taksi, dimana Bali melambangkan wali/tuhan, taksi melambangkan para taksu dll, dan didalam isi caru tersebut terdapat 4 jenis buah, kemudian taksu ada 3, berarti berjumlah tujuh(7) dalam hitungan Asta wara hitungan ke 7 berarti kala, dan kalau kita ambil itungan ke 3 dalam astawara, berarti guru (meguru) dan hitungan kita ambil yang ke 4  dalam Asta wara berarti Yama ( artinya keseimbangan) dan dimana sari sari banten yang lainnya ada yang berupa: mesi merlela, Geni metatakan atau beralas sambuk, ada ulam segara, base atau daun sirih , buah, pamor, tuak, air jernih, (Ning) semua ini ada makna tersendiri: seperti suruh Jambe pamor todet ( simbolis dari dewa Tri Murti, manik galih merateng ulam segara yang bermakna sarana ini yang bersumber dari lautan atau Pasih dan isin gunung Geni metatakan atau beralas sambuk, yg bermakna didalam pecaruan ini telah disaksikan oleh dewa ageni, dan tiuk anggris atau pisau (besi baja)yg bermakna ketajaman dari upacara ini tuak dan air. Tuak bermakna: Di ambil dari dua kata yakni "metu" Dan "Wak" (Munyi/sabda) dan air jernih menyimpulkan kejernihan/keikhlasan sang Yadnya mana.

Sekian Sekilas Informasi Berdasarkan Sumber Orang Yang lebih tua dari kita atau kalau Di Bali Di Sebut. " Penglingsir "
Semoga bermaanfaat.

Comments

  1. sabagai bentuk syukur kepada tuhan YME wujud pengabdian kita hamba kepada tuhannya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sidatapa English Corner Berbagi Kebahagiaan Melalui Meditasi

Sumber Foto. Meditasi Raja Yoga Brahma Kumaris Bersama SEC      Sidatapa, 20 Oktober 2019 bertempat di desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng salah satu Meditasi Raja Yoga Brahma Kumaris Adalah Yayasan Studi Spiritual Yang mana  untuk di daerah Singaraja berlokasi di Jl. SKIP No. 30-Singaraja. Meditasi Sangatlah Sederhana dan mudah di lakukan dan melalui meditasi kita mampu membuka harta kebaikan dan kekuatan diri, Meditasi beberapa menit di pagi hari membantu kita tetap positif dan tenang, bahkan ketika di bawah tekanan. Selain itu Meditasi juga membantu kita lebih menghargai diri sendiri dan orang lain bahkan memberi kita perspektif baru tentang hidup. Cobalah !! Hari ini minggu 20 oktober 2019 bertepat di Balai Banjar Dinas Lakah, Desa Sidetapa, Kec. Banjar. Yayasan studi spiritual Brahma Kumaris bersama 7 orang lainnya yaitu Brother Hendri Bhuana, Ery Budaya, Maha dan Sister Adisti, Elcy, Chika, dan Mega hadir dalam berbagi kebahagiaan kepada se...

Penggunaan Collective Nouns Dalam Bahasa Inggris

Sidatapa English Corner Congress, army dan club. Kata-kata tersebut termasuk ke dalam collective noun. Bagaimanakah yang disebut collective noun? Find out the definition and example below! Pengertian collective noun Collective noun adalah kata keterangan yang mempresentasikan sejumlah, sekumpulan dan segerombolan orang dan binatang yang dianggap singular (tunggal). Collective noun sendiri dapat  terbagi menjadi collective noun untuk manusia dan binatang. Collective nouns untuk manusia Berikut adalah beberapa contoh collective nouns untuk manusia: Congress      : Kongres Organization: Organisasi Government: Pemerintah Family           : Keluarga Team              : Tim Jury                : Juri Group            : Kelompok Army            : Pasukan ...

Tradisi Desa Mula Sembiran Untuk Mencegah Wabah Penyakit Dan Bahaya

Sumber Foto : Facebook Sembiran Om Swastyastu, Sebagai salah satu Desa Tua Bali Mula ( Bali Aga), Sembiran memiliki banyak sekali hal yang berkaitan dengan skala dan niskala. Bahwa segala yang terjadi di dunia tidak pernah lepas dari campur tangan dari Ida Sang Hyang Widhy Wasa, Tuhan Yang Maha Esa dan yang terlibat didalamnya tidak hanya disebabkan oleh Manusia tetapi juga oleh Bhuta Kala atau unsur lain.  Melihat kondisi sekarang dengan berbagai penyakit dan kejadian yang menimpa Dunia, Pulau Bali, dan khususnya masyarakat Desa Sembiran, para leluhur terbiasa untuk selalu menyikapi dengan arif dan bijaksana tanpa menyalahkan pihak manapun, namun lebih kepada rasa di hati untuk introspeksi diri dan melakukan tindakan preventif untuk mencegah, menghalau serta meminta doa keselamatan kepada Leluhur dan Para Dewa Dewi yang berstana di Desa Sembiran agar diberkati keselamatan. Salah satu bentuk tindakan pencegahan dan permohonan doa keselamatan tersebut adalah denga...